Kamis, 27 Februari 2020

APA YANG KAU KEHENDAKI TUHAN PERBUAT BAGIMU ?


Bacaan :

Matius 20 : 20 - 34


APA YANG KAU KEHENDAKI TUHAN PERBUAT BAGIMU ?


PENDAHULUAN

Apakah yang akan kita minta jika sekiranya Tuhan bertanya tentang apa yang kita kehendaki Tuhan lakukan bagi kita ?


Mungkin akan ada yang meminta kekayaan, kesembuhan, kesuksesan,  jodoh,  rumah baru,  jabatan dan lain-lain. 


PEMBAHASAN

Dalam bacaan ini, ada dua cerita :


A.  Bagian 1 (Matius 20 : 20 - 28) 


Matius 20 : 20 - 21, "Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."


Yakobus dan Yohanes,  anak-anak Zebedeus,  meminta kedudukan di dalam kemuliaan Tuhan Yesus yang akan datang. 


Yakobus dan Yohanes adalah orang-orang dalam Yesus,  yang sudah mengenal dan bergaul dengan Yesus,  sudah melihat sendiri segala mujizat yang dilakukan Yesus,  mendengar secara langsung pengajaran Yesus yang penuh kuasa. 


Mereka merasa layak dan pantas mendapatkan upah,  karena telah melayani dan berbuat sesuatu kepada Yesus. 


Tuhan Yesus tidak menolak dan menyalahkan permintaan mereka itu,  tetapi untuk hal itu,  Yakobus dan Yohanes harus melakukan :

a. Meminum cawan Tuhan


Matius 20 : 22, "Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 


Cawan disini berbicara tentang penganiayaan yang harus mereka alami sebagai rasul utusan Tuhan Yesus.  


b. Menjadi pelayan dan hamba


Matius 20 : 26 - 28, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang".


Untuk menjadi besar adalah dengan menjadi hamba dan pelayan,  seperti yang dilakukan oleh Yesus. 


Tuhan Yesus sendiri tidak menganggap Diri-Nya hebat,  tetapi Dia justeru mengosongkan Diri-Nya menjadi sama dengan manusia,  taat sampai mati,  bahkan sampai mati di kayu salib. 


Di dalam Kerajaan Allah,  kebesaran dan kemuliaan tidak diukur dengan kekuasaan kita atas orang lain, tetapi memberikan diri kita melayani orang-orang. 


2. Bagian 2 (Matius 20 : 29 - 34) 


Ini bercerita tentang dua orang buta,  salah satunya Bartimaeus. Mereka ini adalah orang-orang luar,  masyarakat biasa,  yang tahu tentang Yesus hanya mendengar dari apa kata orang-orang Yahudi. 


Bartimeus hanya mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan orang sakit,  membangkitkan orang mati dan melakukan banyak hal mujizat dan tanda-tanda heran lainnya. 


Dan, ketika dia mendengar bahwa Yesus ada lewat di situ,  di dekat tempat mereka biasanya mengemis, Bartimeus dengan penuh harap berseru kepada Yesus. 


Matius 20 : 30 - 31, "Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"


Bartimeus datang kepada Yesus dengan keterbatasan, ketidaklayakannya,  dan kerendahannya. Namun Yesus tetap menerimanya dan berbelas kasihan kepadanya. 


Matius 20 : 34,  "Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia."


RENUNGAN

1. Yakobus dan Yohanes mewakili orang-orang yang merasa telah berbuat banyak dan berjasa kepada Tuhan Yesus,  dan menuntut diberikan upah. 


2. Bartimeus mewakili orang-orang luar,  orang yang hanya mendengar Yesus dari apa kata orang saja. Tidak pernah "berjasa" kepada Tuhan. 


3. Dan luar biasa, Yesus menerima kedua jenis permintaan mereka ini. Yesus tidak menolak atau mencela mereka.  


4. Kita boleh datang dan meminta kepada Tuhan,  apapun keadaan dan motivasi kita.  Dan Tuhan sendiri yang akan berperkara kepada pribadi lepas pribadi, meluruskan motivasi kita, mengoreksi hati kita. Dan Tuhan akan melakukan apa yang kita meminta,  tetapi sesuai dengan cara-Nya dan waktu-Nya Tuhan. 


Tuhan Yesus Memberkati

YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH


Bacaan :

Matius 21 : 1 - 20


YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH


A. Bagian I (Matius 21 : 1 - 11)

     Matius 21 : 4 - 5, "Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 


Pada bagian ini Tuhan Yesus hendak menjungkirbalikkan konsep Yahudi tentang Mesias. 


Kalau menurut konsep Yahudi,  raja Mesias itu datang duduk mengendarai kuda yang gagah dengan segala pasukan perangnya, kekuatan dan kemegahannya. 


Tapi kali ini, Yesus datang dengan mengendari keledai muda. Keledai melambangkan kerendahan,  kesederhanaan dan kelembutan. 


Yesus hendak mengatakan bahwa Dia datang di dalam segala kesederhanaan-Nya,  bukan hendak berperang.  


Bagi sebagian orang-orang Yahudi, Yesus dilihat sebagai nabi biasa. 

     Matius 21 : 11, "Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." 


Tetapi bagi sebagian lagi puteri-puteri Sion, Yesus adalah "anak Daud",  yaitu keturunan Daud yang akan menjadi raja Mesias!   


    Matius 21 : 8 - 9, "Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"  


Ironisnya, peristiwa ini terjadi lima hari sebelum Yesus disalibkan. Dan,  orang-orang yang sebelumnya  menyanjung-nyanjung Yesus ini dengan "Hosana!  Hosana"!,  maka lima hari kemudian ketika Yesus ditangkap oleh tentara Romawi, mereka ini justeru berteriak-teriak: "salibkan Dia,  salibkan Dia! ". 

Mereka tidak dapat menerima bahwa Mesias yang mereka harapkan itu adalah lemah dan diam saja ketika ditangkap. Mereka mengharapkan Mesias yang berani, kuat dan berperang dengan pasukannya untuk membebaskan mereka dari penjajahan Roma. Mereka kecewa kepada Yesus. 


Kalau lagi ditolong Tuhan,  berteriak Haleluya,  puji Tuhan. Tapi bagaimana kalau sedang diuji, apakah kita masih bisa berkata: "Haleluya?" Atau justeru yang keluar dari mulut kita adalah sungut-sungut?. 


B. Bagian II (Matius 21 : 12 - 17) 

Ketika Yesus datang sebagai Raja Damai, Dia datang ke Bait Allah, utk menunjukkan bahwa Dia datang sebagai raja rohani. Dia tidak datang ke istana Herodes, sebagai raja duniawi. 


Dan ketika Yesus memasuki Yerusalem dan masuk ke Bait Allah, Yesus datang dengan membawa cemeti dan "menyucikan" Bait Allah. 


Matius 21 : 12 - 13, "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." 


Orang Farisi marah ketika Yesus menyucikan Bait Allah karena :

1. Yesus mengembalikan Bait Allah kepada posisi seperti semula. 


Perbuatan Yesus ini meresahkan orang-orang Farisi, karena Bait Allah ini adalah sumber nafkah bagi orang-orang Farisi. 


Yesus sedang mengembalikan fungsi Bait Allah, yaitu sebagai rumah doa. Melalui peristiwa ini, Yesus mengingatkan kita bahwa tempat ibadah jangan dijadikan "sarang penyamun",  jangan dijadikan sebagai tempat mencari keuntungan pribadi,  mencari posisi atau jabatan. 


2. Meluruskan peraturan Bait Allah. 


Menurut peraturan, orang-orang buta dan timpang tidak boleh ada yg masuk ke Bait Allah. 

Tetapi ketika Yesus datang,  Dia sedang merubah peraturan-peraturan buatan manusia itu ketika Dia menyambut orang-orang buta dan timpang dan menyembuhkan mereka di dalam Bait Allah! 


Matius 21 : 14, "Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya."


RENUNGAN

1. Yesus datang untuk melayani,  dan menyucikan Bait Allah dan menyembuhkan rohani manusia. 


2. Kalau sedang diuji,  jangan sampai mulut kita bersungut-sungut, jangan sampai kita meragukan kasih dan penyertaan Tuhan; tetapi tetaplah mengucap syukur.


Tuhan Yesus Memberkati

Rabu, 26 Februari 2020

HANYA FANTASI

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kemerdekaan itu? Masing-masing orang akan menjawab dengan jawaban yang didasarkan atas filosofinya yaitu apa yang dianggap sebagai bernilai tinggi dan dapat membahagiakan. 

Sesuatu yang dianggap bernilai tinggi dan yang dirasakan dapat membahagiakan itulah yang didamba. Mereka yang mendambakan kekayaan, maka kemerdekaan adalah terhindar dari kemiskinan. Mereka yang mendambakan kesehatan, maka kemerdekaan adalah memiliki kesehatan yang sempurna. Mereka yang mendambakan dapat hidup mandiri dan berdaulat tanpa dominasi orang lain atau suatu bangsa, maka kemerdekaan adalah memiliki kedaulatan atas diri atau wilayah negaranya dan lain sebagainya. 

Dalam sepanjang perjalanan hidup seseorang akan selalu memburu apa yang dipercaya dan dirasakan memberi kemerdekaan. Dengan demikian tidaklah keliru kalau dikatakan bahwa manusia hidup hanya untuk mencari kemerdekaan. Pada akhirnya sesuatu yang dianggap sebagai sumber kebahagiaan tersebut yang akan membelenggunya. 

Dari belenggu kemiskinan ke belenggu kekayaan, dari belenggu sakit penyakit ke belenggu kesehatan, dari belenggu orang lain atau suatu bangsa ke belenggu diri sendiri atau bangsa sendiri. Apa yang dimaksud dengan kemerdekaan dalam Tuhan? Biasanya dijawab dengan jawaban yang mudah didengar yaitu dibebaskannya seseorang dari cengkeraman atau belenggu iblis. 

Kemudian, apa yang dimaksud dengan dibebaskan dari belenggu iblis itu? Biasanya dijawab dengan jawaban bahwa orang Kristen dijadikan anak-anak Allah, pasti masuk Surga, dilepaskan dari kutuk-kutuk seperti kutuk kemiskinan, kutuk sakit penyakit dan lain sebagainya. 

Kalau jujur dapat dilihat bahwa keadaan dibebaskan dari belenggu iblis dalam kehidupan banyak orang Kristen hanya sebuah keyakinan, aplikasi dan implementasinya tidak konkrit. Berangkat dari keyakinan tersebut dikembangkan pengertian bahwa orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah menjadi anak-anak Allah yang dihindarkan dari neraka dan diperkenan masuk Surga. 

Ditambah lagi sudah dibebaskan dari kutuk-kutuk sehingga bisa meyakini dapat sembuh bila mengalami suatu penyakit, meyakini dapat meraih atau mengklaim berkat Tuhan, mengklaim pasti masuk Surga dan lain sebagainya. 

Sayang semua itu hanya fantasi atau imaginasi saja. Faktanya tidak sedikit yang belum layak masuk surga, masih sakit dan hidup dalam kekurangan. Amin Tuhan Yesus Memberkati shalom.

(truth-media)

SUPLEMEN COOL - OKTOBER #3

SUPLEMEN COOL - OKTOBER #3

TETAP KUAT SEKALIPUN DALAM LINGKUNGAN YANG BERUPAYA MENJATUHKAN ANDA

Kita berada pada situasi dan jaman yang tidak mudah! Orang-orang yang berada disekitar anda mungkin adalah tipe orang seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:1- 4:“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”

Seperti yang telah dikatakan diatas, orang-orang yang mencintai dirinya sendiri (egois), pemfitnah, suka menjelekkan orang serta suka mengkhianat, tidak dapat dipungkiri ada di sekitar kita bahkan mungkin dalam lingkaran dalam kepemimpinan kita di kantor, dan lain-lain. Merekalah yang seringkali diumpamakan sebagai musuh dalam selimut, penikam punggung, serta serigala berbulu domba. Kehadiran mereka tentunya membuat suasana kerja, usaha atau pelayanan menjadi kurang baik dan tentunya tidak akan nyaman dan aman bekerja bersama dengan orang-orang seperti ini, namun demikian kita juga tidak bisa dengan mudahnya menjauhkan diri dari mereka atau menjauhkan mereka dari diri kita.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?

1. Jangan Menjadi Serupa dengan Mereka
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).  Sekalipun kita berada pada lingkungan dan situasi seperti itu, kita tidak boleh menjadi sama seperti mereka, jangan sampai anda yang terpengaruh, justru anda yang harus membawa pengaruh dan perubahan yang positif. Tetaplah menjadi teladan yang membawa Terang Kristus melalui sikap, tindakan dan karakter kita.

2. Cerdik dan Tulus
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16).  Dua kata ini menjadi kunci bagaimana kita harus bersikap dan bertindak di tengah-tengah lingkungan yang berupaya untuk menjatuhkan anda.  Kata “cerdik” dalam bahasa inggris diterjemahkan “wise” atau bijaksana. Artinya ditengah-tengah situasi seperti itu, kita sunguh-sungguh harus bijaksana dalam berbicara, bertindak dan mengambil keputusan. Jangan sampai ucapan, tindakan serta keputusan yang kita ambil justru dipakai sebagai ‘senjata’ untuk menjatuhkan kita. Sedangkan “tulus” dalam versi bahasa inggris diterjemahkan “harmless” yang artinya tidak berbahaya atau tidak merugikan bagi orang lain.

 

Sekalipun anda mengalami perlakuan yang tidak adil, anda difitnah atau berupaya dijatuhkan oleh orang lain, tetaplah menjaga ketulusan hati dengan tidak berbalik menyerang, tidak membahayakan serta menimbulkan kerugian bagi yang lain.

3. Berlindung dan mengandalkan TUHAN
“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.” (Mazmur 91:1-3).

`Jerat penangkap burung` bicara soal perangkap, jebakan-jebakan yang berupaya untuk menjatuhkan kita lewat siasat jahat dari pihak tertentu yang tentunya ditunggangi oleh iblis.

Kita mungkin tidak bisa mencegah pihak-pihak yang berniat jahat itu untuk tidak menjerat kita, tapi kita bisa memilih untuk berada dalam lindungan TUHAN YESUS. Kalau kita senantiasa berada dalam perlindungan TUHAN YESUS, seperti janji Firman-NYA, DIA pasti melepaskan kita dari orang-orang yang berusaha untuk menjatuhkan kita.

Diskusi:
Ajak anggota COOL untuk mensharingkan dalam kelompok, pengalaman mereka menghadapi orang-orang atau situasi yang berupaya untuk menjatuhkan mereka dalam pekerjaan/pelayanan. Bagaimana anggota COOL kita bereaksi dan apa dampak yang timbul dari reaksi mereka? Motivasi mereka untuk menerapkan prinsip-prinsip diatas. (DL/2014)

Sambungan Yesus Ditemukan Dalam Kisah Nuh (1)

Yesus Kristus menjadi penggenapan akhir dari harapan Lamekh ini. Dia berkata:

Apa yang digambarkan oleh “pekerjaan yang penuh susah payah” dan “tanah yang terkutuk” dalam firman Tuhan ini? Saat itu, Lamekh tidak mengerti sepenuhnya apa yang Tuhan nubuatkan melalui doanya. Apa yang Lamekh mengerti hanyalah bahwa tanah di bumi ini telah dikutuk oleh Tuhan sehingga diperlukan kerja keras agar tanah itu bisa memberikan hasil. Kita, yang hidup dalam masa Perjanjian Baru ini, tentu bisa melihat lebih jauh tentang apa yang Tuhan maksud dalam nubuatan Lamekh itu. Rasul Paulus membantu pemahaman kita dengan menjelaskan:

Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah KUTUK.
(Galatia 3:10)

“Pekerjaan yang penuh susah payah” yang dikatakan oleh Lamekh merupakan gambaran dari “pekerjaan Hukum Taurat”, dan “kutuk” menggambarkan “kutuk dosa”. Semua orang yang hidup di bawah hukum Taurat, masih berada di bawah kutuk dosa. Sejak awal Hukum Taurat tidak ditetapkan oleh Allah untuk menyelamatkan siapapun. Namun, orang Yahudi yang salah mengerti kemudian mendasarkan keselamatan jiwanya pada praktek pelaksanaan hukum Taurat. Hal itu membuat hidup mereka penuh dengan susah payah dan kerja keras sebab mereka harus bisa memenuhi tuntutan hukum Taurat yang pada dasarnya mustahil dapat ditunaikan dengan sempurna oleh manusia yang berdosa.

Hanya Kristuslah yang tidak berdosa yang sanggup memenuhi tuntutan Hukum Taurat secara sempurna dan memang Ia telah menghidupnya. Dan karena kesempurnaan, kebenaran, dan kekudusan-Nya, Yesus Kristus layak untuk menjadi imam sekaligus korban, untuk menebus dosa manusia di hadapan Allah.

Kristus telah melakukan semua yang Hukum Taurat tuntut dari manusia. Semua telah “selesai”, kata-Nya di atas kayu salib. Kini, setiap orang hanya perlu percaya pada apa yang telah dilakukan-Nya dan datang kepada-Nya. Di dalam Dia, setiap orang percaya akan menemukan peristirahatan, penghiburan, pengampunan, dan pengudusan dari setiap kutuk dan dosa. Dengan demikian, Yesus Kristus telah menjadi “Nuh”, dalam artian Kristus telah menjadi tempat penghiburan bagi setiap orang yang datang kepada-Nya. >> Sambungan Dari Halaman Yesus Ditemukan Dalam Kisah Nuh(1)